Kamis, 29 Desember 2016

PEREBCANAAN SETRATEGIS DAN MANAJEMEN SETRATEGFIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Oleh Yudi Imansyah


Yudi
The Basics of Strategic Planning, Strategic Management and Strategy ...

What is Strategic Planning?
Strategic planning is an organizational management activity that is used to set priorities, focus energy and resources, strengthen operations, ensure that employees and other stakeholders are working toward common goals, establish agreement around intended outcomes/results, and assess and adjust the organization's direction in response to a changing environment. It is a disciplined effort that produces fundamental decisions and actions that shape and guide what an organization is, who it serves, what it does, and why it does it, with a focus on the future. Effective strategic planning articulates not only where an organization is going and the actions needed to make progress, but also how it will know if it is successful. See more at the Strategy Management Group website >>

What is a Strategic Plan?
"font-family: "times new roman" , "serif"; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;">A strategic plan is a document used to communicate with the organization the organizations goals, the actions needed to achieve those goals and all of the other critical elements developed during the planning exercise.

What is Strategic Management?  What is Strategy Execution?
Strategic management is the comprehensive collection of ongoing activities and processes that organizations use to systematically coordinate and align resources and actions with mission, vision and strategy throughout an organization. Strategic management activities transform the static plan into a system that provides strategic performance feedback to decision making and enables the plan to evolve and grow as requirements and other circumstances change.  Strategy Execution is basically synonymous with Strategy Management and amounts to the systematic implementation of a strategy.

What Are the Steps in Strategic Planning & Management?
There are many different frameworks and methodologies for strategic planning and management. While there are no absolute rules regarding the right framework, most follow a similar pattern and have common attributes. Many frameworks cycle through some variation on some very basic phases: 1) analysis or assessment, where an understanding of the current internal and external environments is developed, 2) strategy formulation, where high level strategy is developed and a basic organization level strategic plan is documented 3) strategy execution, where the high level plan is translated into more operational planning and action items, and 4) evaluation or sustainment / management phase, where ongoing refinement and evaluation of performance, culture, communications, data reporting, and other strategic management issues occurs.

What Are the Attributes of a Good Planning Framework?
The Association for Strategic Planning (ASP), a U.S.-based, non-profit professional association dedicated to advancing thought and practice in strategy development and deployment, has developed a Lead-Think-Plan-Act rubric and accompanying Body of Knowledge to capture and disseminate best practice in the field of strategic planning and management. ASP has also developed criteria for assessing strategic planning and management frameworks against the Body of Knowledge.
There are numerous strategic planning and management frameworks that meet these criteria, such as Strategy Management Group's Strategy Management Performance System.  For more information about the criteria, please visit the ASP website.  For more information about strategic planning and management in general or for about how Strategy Management Group can help you, please consider our certification or consulting services, or contact us directly.


TERJEMAHAN
Dasar-dasar Perencanaan Strategis, Manajemen Strategis dan Strategi ...
apa itu perencanaan setrategi?
Perencanaan strategis merupakan kegiatan manajemen organisasi yang digunakan untuk menetapkan prioritas, memfokuskan energi dan sumber daya, memperkuat operasi, memastikan bahwa karyawan dan stakeholder lainnya yang bekerja menuju tujuan bersama, membangun kesepakatan sekitar dimaksudkan hasil, menilai dan menyesuaikan arah organisasi dalam menanggapi perubahan lingkungan. Ini merupakan upaya disiplin yang menghasilkan keputusan fundamental dan tindakan yang bentuk dan membimbing suatu organisasi adalah, yang melayani, apa yang dilakukannya, dan mengapa hal itu, dengan fokus pada masa depan. perencanaan strategis yang efektif mengartikulasikan tidak hanya di mana organisasi akan dan tindakan yang diperlukan untuk membuat kemajuan, tetapi juga bagaimana ia akan tahu jika berhasil.

Apa yang dimaksud dengan Rencana Strategis?
rencana strategis adalah dokumen yang digunakan untuk berkomunikasi dengan organisasi tujuan organisasi, tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan dan semua elemen penting lainnya yang dikembangkan selama latihan perencanaan.

Apa itu Manajemen Strategis? Apa Strategi Pelaksanaan?
manajemen strategis adalah koleksi yang komprehensif dari kegiatan yang sedang berlangsung dan proses yang digunakan organisasi untuk secara sistematis mengkoordinasikan dan menyelaraskan sumber daya dan tindakan dengan misi, visi dan strategi di seluruh organisasi. kegiatan manajemen strategis mengubah rencana statis menjadi sebuah sistem yang memberikan umpan balik kinerja strategis untuk pengambilan keputusan dan memungkinkan rencana untuk berkembang dan tumbuh sebagai persyaratan dan kondisi lainnya berubah. Strategi Pelaksanaan pada dasarnya identik dengan Manajemen Strategi dan jumlah pelaksanaan sistematis strategi.

Apa Apakah Langkah-langkah dalam Perencanaan & Manajemen Strategis?
Ada banyak kerangka kerja yang berbeda dan metodologi untuk perencanaan dan manajemen strategis. Meskipun tidak ada aturan mutlak mengenai kerangka kerja yang tepat, yang paling mengikuti pola yang sama dan memiliki atribut umum. siklus banyak kerangka melalui beberapa variasi pada beberapa tahapan yang sangat mendasar: 1) analisis atau penilaian, di mana pemahaman tentang lingkungan internal dan eksternal saat ini dikembangkan, 2) perumusan strategi, di mana strategi tingkat tinggi dikembangkan dan tingkat organisasi dasar rencana strategis didokumentasikan 3) eksekusi strategi, di mana rencana tingkat tinggi diterjemahkan ke dalam lebih perencanaan dan tindakan operasional item, dan 4) evaluasi atau memelihara kelestarian / manajemen fase, di mana perbaikan yang berkelanjutan dan evaluasi kinerja, budaya, komunikasi, pelaporan data, dan manajemen strategis lainnya masalah terjadi.
Apakah Atribut dari Kerangka Perencanaan yang Baik?
Asosiasi Perencanaan Strategis (ASP), sebuah perencanaan berbasis di AS, non-profit asosiasi profesional yang berdedikasi untuk memajukan pemikiran dan praktek dalam pengembangan strategi dan penyebaran, telah mengembangkan-pemikiran perencanaan Timbal rubrik dan menyertai tubuh pengetahuan untuk menangkap dan menyebarluaskan praktik terbaik dalam bidang perencanaan dan manajemen strategis. ASP juga telah mengembangkan kriteria untuk menilai perencanaan dan manajemen kerangka strategis terhadap Tubuh Pengetahuan. Ada banyak strategi perencanaan dan manajemen kerangka kerja yang memenuhi kriteria ini, seperti Strategi Manajemen Group Manajemen Strategi Sistem Kinerja.
                    Konsep yang terkandung dalam naskah ini menjelaskan konsep dan fungsi perencanaan setrategis dan manajemen settrategis dalam sebuah organisasi. perencanaan sertrategis merupakan perencanaan yang komprehensif yang menekankan pada beberapa hal yaitu sebagai berikut
1.      perencanaan setrategis adalah perencanaan yang berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya organisasi baik sumberdaya manusia maupun sumber daya non manusia. pada perencanaan setrategis ini, pengelola organisasi atau lembaga pendidikan islam berupaya membuat standar operasional karyawan dan berupaya menginternalisasikan nilai nilai agar karyawan memiliki rasa bahwa organisasi ini milik bersama.
2.      konsep perencanaan dan manajemen setrategis ini pun berupaya menyelaraskan antara sepirit SDM dengan visi, dan misi organisasi
3.      salah satu fungsi utama dalam perencanaan dan manajemen setrategis ini adalah membuat perencanaan yang berbasis sekala prioritas yang akurat atau yang di anggap paling urgen.penentuan sekala prioritas organisasi ini merupakan  usaha bersama untuk meningkatkan epektifitas dan efisiensi operasional organisasi agar tujuan dan target yang telah disepakati dapat tercapai.
4.      untuk meningkatkan kualitas organisasi ini, dalam perencanaan dan manajemen setrategis menekankan  evaluasi dan perbaikan lembaga secara berkelanjutan.
5.      Dalam implementasi perencanaan dan manajemen setrategis baik dalam organisasi  maupun lembaga pendidikan  harus melihat pula pada situa dan kondisi lingkungan dimana lembaga ini berada.
6.      dalam pengembangan organisasi berbasis perencanaan setrategis dan manajemen setrategis harus mengacu pada masa lalu sebagai modal evaluasi dan perbaikan serta mengacu atau perencanaan yang memiliki atau berpandangan pada masa depan organisasi.
              Pada dasarnya perencanaan setrategis dan manajemen setrategis betul betul memerhatikan seluruh aspek sehingga akan tercipta perencanaan yang akurat dan tidak akan menemui kesulitan yang berarati dalam tahap impelementasi perencanaan settrategis karena semua telah di atur sedemikian rupa.

Konsep perencanaan setrategis dan manajemen setrategis dalam islam
            Dan tidak ada seekor burung pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Alloh عزوجل mereka dikumpulkan. (QS. Al An’am, 38). Dari ayat tersebut dapat kita ambil makna yang tersirat, bahwasannya setiap mahluk hidup memiliki aktivitasnya masing-masing, dan setiap aktivitas tersebut akan dicatat dalam kitab amal perbuatan. Dari mulai yang terkecil hingga yang terbesar akan dicatat secara rinci dan detail oleh Malaikat. Dan kelak buku amalan tersebut akan menjadi saksi di Yaumul Hisab. Untuk itu perlu adanya perencanaan dalam melakukan suatu aktivitas, karena manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya, manusia memiliki aktivitas yang dinamis, berbeda dengan tumbuhan dan hewan. Karena manusia dibekali oleh akal pikiran, hal ini merupakan faktor yang membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya di alam dunia.
Islam mengajarkan kita tentang studi perencanaan secara jelas terperinci dalam Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber segala ilmu yang menjadi pedoman kita untuk menindak lanjuti berbagai macam permasalahan hidup, begitu pun dengan perencanaan.
                     “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hasyr, 18)
                    Pada ayat diatas Allah memanggil semua orang yang beriman supaya benar-benar melaksanakan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah Nya, kemudian bersiap-siap membenahi, membekali hari esok maupun maut dan persiapan di dalam kubur hingga diakhirat kelak, supaya lebih memperbanyak bekal yang berarti lebih beruntung dan terjamin kebahagiannya. Manusia yang hidup dimuka bumi ini pasti memiliki masalah yang berbeda-beda dan cara menyelesaikan masalah yang berbeda.
Perencanaan setrategis yang merupakan bagian  paling penting dalam manajemen setrategis dalam islam merupakan hal yang harus dilakukan oleh umat islam dalam berbagai aspek kehidupan dan seluruh kegiatan yang bermanfaat dengan tujuan utama yaitu mencari dan mendapatkan rido allah swt. bahkan lebih dari itu, al qur an dalam surat al zalzalah ayat terakhir allah berfirman
Barang siapa yang berbuat amal kebaikan sebesar biji dzarak maka alla akan membalasnya, dan barang siapa yang berbuat amal keburukan sebesar biji dzarak maka allah akan membalasnya.
                    Dari ayat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap yang kita perbuat akan dimintai pertanggung jawaban. oleh karena itu sebetulnya dalam islam setiap organisasi dan atau lembaga pendidikan islam harus membuat perencanaan setrategis yang menyeluruh dan memerharikan berbagai aspek untuk mencapai tujuan utama lembaga atau organisasi. jika kita lihat contoh nyata perencanaan dan manajemen setrategis yang sebetulnya telah di impelementasikan dalam islam adalah ketika nabi muhamad melakukan perencanaan yang sangat matang dalam menyebarkan islam di madinah. dimana pada perencanaan ini, nabi muhamad menitik beratkan pada seleksi dan rekrutmen serta pembagian tugas yang sangat tepat sehingga dalam penyebaran islam di madinah dapat berhasil secara efektif dan efisien.
                    Contoh perencanaan dan manajemen setrategis bertolak dari realitas yang ada
Proses perencanaan dan manajemen setrategis dalam hal ini, penulis mengambil contoh perencanaan dalam lembaga pendidikan islam atau pesantren. saat ini, banyak pesantren yang dinilai kurang berkualotas baik dalam segi sumber daya manusia baik dalam sisi program kelembagaan dan lulusan pesantren yang dipertanyakan axsistensinya dalam pembangunan masuarakat
                    Unrtuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pesantren sebagai lembaga pendidikan islam yang menjadi tonggak kemunculan para  pahlawan bangsa, diperlukan kerjasama seluruh pihak baik pemerintah, masyarakat, dan para ulama dan cendikiyawan muslim. selain dari itu, untuk meningkatkan kualitas pesantrean mulai  dari proses input, proses dan output pesantren diperlukan perencanaan dan manajemen  setrategis yang efektif dan efisien. untuk meningkatkan kualitas pesantren sebagai lembaga pendidikan islam perlu melakukan beberapa tahapan perencanaan setrategis yaitu sebagai berikut
1.      Membuat visi dan misi pesantren memiliki asas relevansi dengan perkembangan jaman
        Berikut ini adalah salah satu contoh visi dan misi dalam perencanaan  pesantren yang berbasis wirausaha ala rasullah
a.       Visi
Menjadi pesantren yang terdepan dalam membentuk santri yang bertakwa dan berjiwa usaha ala rasulullah
b.      misi
1.      membentuk jiwa santri yang beriman dan bertakwa kepada allah swt.
2.      menanamkan nilai nilai akhlak muliya
3.      membentuk jiwa dan raga santri yang tangguh
4.      mendorong santri sebagai agen perubahan
5.      membentuk kepribadian santri yang pantang menyerah
6.      menanamkan dan mengembangkan potensi santri bebrbasis wirausaha ala rasulullah
2.      melakukan internalisasi visi dan misi pesantren
        Untuk meningkatkan kualitas pesantren, diperlukan adanya upaya menginternalisasikan cisi dan misi lembaga terhadap seluruh komponen yang terlibat dalam pendirian, dan pengembangan lembaga mulai dari para asatid, ustad, tenaga pendidik dan kependidikan, pengurus yayasan, para ulama atau kiyai  dan seluruh santri serta masyarakat yang berperan dalam menciptakan suasana akademik pesantren. proses internalisasi visi dan misi pesantren  setidaknya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
1.      melakukan sosialisasi visi dan misi pesantren terhadap seluruh komponen pesantren
2.      memberikan pemahaman urgensi pencapaian cisi dan misi terhadap pengelola dan santri dalam berbagai kegiatan pengajian dan rapat kerja pengurus.
3.      pendelegasian tugas
        pendelegasian ntugas di pesantren biasanya tidak di;akukan dengan benar bahkan tidak seditikit satu staf pesantren yang memiliki tugas ganda. oleh karena itu dalam perencanaan pesantren ini diperlukan pembagian tugas yang disesuaikan dengan keahlian atau kemampuan masing masing. dengan adanya pembagian tugas ini, maka akan meningkatkan kinerja dari para staf  atau pengelola pesantren. disamping itu, dalam pembagian tugas ini, perlu adanya penentuan standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam bidangnya masing masing
4.      pembuatan standar operasional prosedur
        Untuk mengimplementasikan perencanaan pesantren yang berbasis wirausaha, diperlukan rancangan standar operasional prosedur sehingga diperoleh aturan dan ukuran penilayan kinerja yang jelas. dengan adanya SOP ini, maka pihak pimpinan pesantren dapat memberikan penghargaan dan sangsi bagi para staf pesantren dan santri yang berdasarkan SOP  tersebut untuk meningkatkan kualitas pesantren.
5.      Membuat program pengembangan potensi santri
Pendidkkan santri di pesantren seharusnya dapat memerhatikan seluruh aspek dan sisi psikologi perkembangan santri.  Demikian pula dalam proses peremncanaan pengembangan potensi santri setidaknua ada tiga aspek yang harus mendapatkan perhatian atau perencanaan yang matang yaitu
1.      aspek ruhiyah, dimana para santri harus dibekali demgan ketauhidan dan akitah yang kuat sebagai landasan kehidupan mereka dimasa mendatang
2.      Aspek fikriyah, yaitu memberikan berbagai ilmu pengetahuan dan program pengembangan pola fikir atau mainset santri yang berbasis wirausaha ala rosulullah
3.      Aspek jasadiyah, dimana pesantren pun harus merencanakan bagaimana proses pelatihan dan pengembangan atau program  pelatihan jasmani  seperti melalui olah raga renang, berkuda dan lain sebagainya
6.      membuat perencanaan rekrutmen dan seleksi calon santri
        Untuk membentuk santri atau lulusan yang berkualitas diperlukan pula input yang berkualitas. saat ini, banyak pesantren yang hanya menerima calon santri yang berkualitas rendah baik dalam pengetahuan maupun moral, sehingga pantaslah kualitas jika kualitas lulusan pesantren sering dipertanyakan. untuk mendapatkan santri yang berkualitas, perlu disusun perencanaan publikasi dan sosialiasasi pendaftaran santri baru dan harus disebarkan secara luas. selain dari itu, perlu adanya selekasi yang ketat yang mencakup seluruh aspek, dan membuat standat kelulusan seleksi dsantri.

                    perencanaan di atas, merupakan salah satu contoh kecil dalam mengimplementasikan naskah konsep perencanaan setrategis dan manajemen setrategis di ats yang juga di poles dengan  perencanaan dan manajemen setrategis dalam islam.

Senin, 19 Desember 2016

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN DAN KESISWAAN
(Penelitian di SMAN 24 Kota Bandung)
Yudi Imansyah
yudiimansyah81@gmail.com
SMAN 24 Bandung is an educational institution under the government, later this school is one school paporit and in the process of education and learning has used a fairly sophisticated technology. besides that, in improving the quality of school institution is implementing education management information system. Besides that. SMAN 24 Lpta Namdunmg is an educational institution that has done in the implementation of educational reform education management information system based ITE, this is the background of the main research conducted by the author.
The purpose of the study to determine the natural background AMAN 24 Bandung, concept and implementation of management information systems education ranging from planning, implementation, SIM in educational institutions, apart from that, this study also aims to determine the factors supporting and inhibiting as well as the results of the implementation of the information system education management to finance and student at SMAN 24 Bandung education.
Research journals conducted by researchers is a study that used a descriptive method. Then, the data collection is done by observation, copy, interview, and literature study. Data analysis is done by the unitization of data, categorization data, interpretations. validity of test data is done by the extension of participation, persistence observation, triangulation, checking peers, the adequacy of reference, negative case analysis, a detailed description.
This study departed from the idea that the urgency of implementing management information systems of education financing and student in the success of achieving the goal of education. Because of education, in the absence of the education management information system operational educational institutions will not run up as expected, because SIM is a very important factor in achieving educational goals that have been formulated.
From these results, it can disimpilkan that the implementation of management information systems at buwan education financing and student at SMAN 24 Bandung has perangan very central in achieving the goals of education in general and operational institutions can be run in accordance with the planning agencies. but it can not be denied, in the implementation of the implementation of management information systems have to meet various gambatan which include a lack of human resources to master the skills of the use of ITE, there are still many data both financing and a student who has not been maximized as the foundation and basis for policy making school, as well as the institution experienced difficulties in enforcing the data system of the door. Policy-making process, especially in the field of finance and student by the management sekol, has been based or berlandakan management information system so that in every policy in the capture really too well based on the needs of students. apart from that, with the implementation of the SIM on financing at SMAN 24 Bandung can gradually increase the accountability of financial management with the involvement of skilled human resources in the field of finance and ITE.
Keyword systems, information management, education
A.    PENDAHULUAN
Menurut Driyarkara yang di kutip dari Nanang Fattah (1999) mengatakan bahwa pendidikan itu adalah memanusiakan manusia muda. pengankatan manusia muda ke taraf mendidikdidik. Pendidikan adalah (a) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainya di dalam masyarakat  tempat mereka hidup. (b) proses sosial yang terjadi pada orang yang di hadapkan pada lingkungan yang terpilihdan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum
 Pendidikan merupakan proses transper nilai, pembinaan, pengarahan, pengembangan potensi manusia dengan tujuan utama yaitu untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah salah satu faktor penting  yang menentukan kualitas sumber daya manusia  yang di miliki suatu bangsa. di era globalisasi dan persaingan antar bangsa, baik dalam bidang ekonomi, politik, industri, dan bidang bidang lainya, negara ini membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan yang handal dalam berbagai bidang.
Untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas, setidaknya diperlukan dua hal yaitu sistem pendidikan yang berkualitas dan memiliki proses pendidikan yang bersifat pleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. kemudian yang kedua, untuk menyediakan SDM yang handal  dan bermutu di perlukan lembaga lembaga pendidikan yang bermutu dan memiliki standarisasi yang jelas sehingga lembaga pendidikan mampu menghasilkan lulusan lulusan yang bermutu pula.
Pendidikan merupakan media utama dan cara yang utama dalam mempercepat pertumbuhan dan perkembangan kualitas manusia. oleh karena itu, diperlukan sistem pendidikan yang efektif dan efisie. menurut Yohannes Kurniawan (2013;1) Sistem pendidikan di Indonesia membutuhkan sebuah revolusi. Banyak praktisi pendidikan yang mempertanyakan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Berbicara mengenai kualitas sebenarnya adalah hal yang sulit, karena kualitas itu sendiri merupakan suatu variabel non-parametrik. Banyak teori-teori pendidikan yang mendasarkan tolak ukur kualitas pendidikan itu dinilai dari hasil output pendidikan itu sendiri, yaitu kualitas siswa. Namun, ada pula yang mendasarkan pengukuran kualitas pada nilai efektifitas proses pendidikan.
Pendidikan yang berkualitas tinggi baru akan terselenggara aba bila di dukung dengan sistem informasi manajemen sebagai pengolahan data data dan sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan serta landasan dalam implementasi proses pendidikan pada suatu lembaga atau sekolah. Selain dari itu, Untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan diperlukan teknoligi informasi yang mutakhir dalam rangka membuat sistem manajemen pendidikan yang efektif.Menurut  Webber, (2003) yang dikutip dari jurna pendidikan yang di tulis oleh Yohannes Kurniawan (2013;2) Salah satu cara untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut adalah dengan mengadopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses manajemen sekolah. Teknologi yang semakin berkembang menyediakan kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah. Teknologi informasi saat ini memiliki prioritas yang tinggi dalam pendidikan. Pada saat ini, kontribusi teknologi informasi untuk pendidikan telah menjadi
Sistem informasi manajemen dalam lembaga pendidikan, seharusnya sudah menjadi budaya dan terinternalisasi dalam proses pendidikan pada setian institusi pendidikan. akan tetapi, pada realitasnya masih banyak lembaga lembaga pendidikan yang belum menerapkan sistem informasi manajemen yang idea sehingga proses pengambilan kebijakan, proses perencanaa, implementasi program tidak berjalan sebagaimana mestinya yang di sebabkan oleh lemahnya implementasi penerapan sistem informasi manajemen dalam lembaga pendidikan.
Urgensi penerapan sistem informasi manajemen dalam lembaga pendidikan sudah tidak bisa di tawar tawar lagi, karena hanya dengan penerapan sim pendidikanpengelola lembaga dapat mengambil kebijakan atau keputusan serta daoat mengimpelementasikan program pendidikan dengan tepat guna karena seluruh proses manajemen menggunakan data yang valid dan akuntabel.oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian terkait penerapan sistem informasi manajemen pendidikan di SMAN 24 Kota bandung untuk mengetahui secara langsung fakta fakta penerapan sim dalam setian aspek proses kebijakan pendidikan pada satuan pendidikan.
A.    METODOLOGI PENELITIAN
1.         Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif, yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan masalah yang sedang terjadi atau berlangsung secara rinci apa adanya.
2.         Data dan Sumber Data
Jenis data pokok yang dikumpulkan adalah jenis data kualitatif yakni data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan  dari orang-orang atau prilaku yang dapat diamati yang berkaitan dengan  latar alamiah dan Sistem informasi manajemen pendidikan di SMAN 24 Kota Bandung.
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah berupa kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen-dokumen dan lain lain. Kata-kata dan tindakan orang yang dapat diamati atau diwawancarai yang dicatat melalui catatan tertulis atau rekaman dalam penelitian ini merupakan sumber data utama, dengan menggunakan teknik sampling yaitu dengan cara mewawancarai kepala  sekolah, bendahara, kesiswaan, dan humas SMAN 24 Kota Bandung dan pihak-pihak terkait dalam sistem informasi manajemen pembiayaan dan kesiswaan sebagai key informan kemudian diikuti dengan snowball process yaitu sumber data  berikutnya diperoleh dari key inporman tersebut secara bergulir dan baru dihentikan apabila terjadi pengulangan informasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan data tambahan berupa dokumen, arsip, buku-buku referensi, dan sumber data lainnya yang dapat menunjang terhadap sumber data penelitian mengenai sistem informasi manajemen pembiayaan dan kesiswaan SMAN 24 Kota Bandung.
3.         Teknik Pengumpulan Data
yang dipakai dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu
1)      Teknik Observasi
Observasi yang dilakukan yaitu observasi yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan data-data tentang sistem informasi manajemen pembiayaan dan kesiswaan di SMAN 24 Kota Bandung. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung di lokasi tersebut. Untuk mempermudah pengamatan, peneliti menggunakan catatan-catatan dan alat elektronik seperti kamera. Pengamatan dan pemusatan pada data-data yang tepat dan menambah bahan persepsi tentang obyek yang diamati. Peneliti mengamati kondisi sarana dan prasarana di SMAN 24 Kota Bandung seperti laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, dan catatan-catatan penerimaan dan pengeluaran biaya seperti pembelian alat dan bahan yang mendukung sarana dan prasarana SMAN 24 Kota Bandung.
2)      Teknik Wawancara
Teknik wawancara dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan key informan yaitu Kepala sekolah dan humas SMAN 24 Kota Bandung. Wawancara menggunakan model wawancara terbuka  berupa suatu percakapan, tanya jawab lisan yang berhadapan atau bertatap muka langsung secara fisik dan diarahkan pada satu masalah tertentu. Pedoman wawancara yang digunakan adalah terstruktur, yaitu wawancara yang hanya memuat secara garis besar yang akan ditanyakan kepada Kepala sekolah, bendahara, staf TU, humas, kesiswaan dan pihak terkait lainnya tentang sistem informasi manajemen pembiayaan dan kesiswaan SMAN 24 Kota Bandung.
3)      Teknik Dokumentasi atau Teknik Menyalin
Teknik ini digunakan untuk mengetahui data tertulis mengenai sistem informasi manajemen dan setting penelitian lainnya seperti sistem informasi kesiswaan di SMAN 24 kota Bandung serta dokumen lainnya yang ada dijadikan bahan data pokok dan data tambahan untuk melengkapi.
a.             Analisis Data
Analisis data yang akan dilakukan yaitu analisis kualitatif. Adapun langkah-langkah analisis yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
b.             Unitisasi Data
Unitisasi data yaitu pemprosesan satuan. Dalam unitisasi ini, terdapat langkah-langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
1.        Mereduksi kata, maksudnya memilih kata yang sudah dimasukkan kedalam satuan dengan cara membaca satuan yang sama. Jika tidak sama maka akan disusun kembali untuk membuat katagori baru.
2.        Memberi kode, maksudnya memberi kartu indeks yang berisi satuan-satuan, kode-kode dapat berupa penandaan sumber asal satuan seperti catatan lapangan, penandaan lokasi, dan penandaan cara pengumpulan data.

c.              Katagorisasi Data
Katagori yaitu proses pengumpulan data yang telah terkumpul dalam katagorisasi ini, ada beberapa hal yang dilakukan yang diantaranya sebagai berikut:
1.      Mereduksi data, maksudnya memilih kata yang sudah dimasukkan ke dalam satuan dengan cara membaca satuan yang sama, jika tidak sama maka akan disusun kembali untuk membuat katagori baru
2.      Membuat coding, maksudnya memberikan nama atau judul terhadap satuan yang mewakili entris pertama dari katagori
3.      Menelaah kembali seluruh katagori
4.      Melengkapi data-data yang telah terkumpul untuk ditelaah dan dianalisis.

B.     Kajian Teoretik
Konsep Sistem Informasi Manajemen
Menurut Dana Wira Pangestu (2003;9) Sistem informasi manajemen (manajement information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam  kegiatan perencanaan dan pengendalian.
Sebelum membahas mengenai pengertian sistem informasi pendidikan secara utuh, sebelumnya akan dikemukakan pengertian sistem, informasi, dan pendidikan yang dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut.
a.    Sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling memengaruhi dalam satu lingkungan tertentu (Ludwig, 1997).
b.    Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu            tujuan (A. Rapoport, 1997).
c.    Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian- bagian yang saling memengaruhi (L.ackof, 1997). (Eti Rochaety dkk, 20052).
Dalam menyamakan pendangan mengenai SIM ini, maka penulis akan membahas  konsep Sistem Informasi Manajemen yang menurut kajian penulis satu sama lain saling berkaitan, ketiga konsep itu adalah: Menurut Gorden. B. Davis (1974) yang dialih bahasakan Aceng Muhtaram Mirfani dalam “Sistem Informasi Pendidikan dan ketatausahaan sekolah” dari buku Administrasi Pendidikan (1992:128) bahwa: Sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Dari pengertian di atas dinyatakan bahwa SIM merupakan suatu sistem mesin/manusia yang terpadu. Hal ini mengandung makna bahwa mesin dan manusia harus merupakan suatu sistem, mesin tanpa manusia atau manusia tanpa mesin, SIM tidak akan berjalan atau adanya kerusakan salah satunya, akan merupakan suatu kecacatan dalam Sistem Informasi Manajemen. Fungsi SIM dalam pengertian di atas, merupakan penunjang operasi manajemen dan pembuatan keputusan. Mengandung makna bahwa dengan SIM operasi manajemen akan memiliki kelebihan, yaitu nilai efisiensi dan efektivitas
Menurut Suhardiman Yuwono dalam ensiklopedia Administrasi (1989:264) adalah keseluruhan jaringan informasi yang ditunjukan (Tim dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2010:165).
Menurut Yohannes Kurniawan (2013;31) Sistem informasi manajemen sekolah adalah sebuah terminologi sistem informasi yang mendukung transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Sedangkan penerapan konsep-konsep sistem informasi manajemen tersebut dalam industri pendidikan secara garis besar adalah sama dengan sistem informasi manajemen pada perusahaan. Ketika sebuah konsep mengenai otomatisasi transaksional di sekolah dipikirkan, beberapa aspek yang masuk dalam pembahasan adalah manajemen pembelajaran, manajemen pembayaran, perpustakaan, dan lain-lain. Mungkin beberapa institusi pendidikan telah memiliki sebagian atau beberapa aplikasi-aplikasi seperti itu, namun sifatnya stand-alone, yaitu tidak saling memiliki keterkaitan satu sama lain antar sistemnya.
Sistem informasi dimanfaatkan oleh para pemakai layanan informasi guna membantu tugas penentuan kebijakan organisasi bagi para kepala sekolah. Keberadaan sistem informasi manajemen pada ujungnya berfungsi untuk menelaah informasi menjadi bahan pengambilan keputusan. Selain informasi dapat diperoleh melalui sistem ini, informasi juga bisa diperoleh dari informasi luar. Seorang kepala sekolah seringkali kelebihan informasi, namun tidak semua informasi yang diterima adalah informasi yang baik dan relevan dengan kebutuhan organisasi, akibatnya kurang akurat informasi tersebut, manajer cenderung mengalami kesalahan saat menentukan kebijakan. Sistem informasi manajemen bertugas menyaring berdasarkan keperluan organisasi, yang orientasinya untuk menunjang keefektifan pengambilan keputusan dari kepala sekolah.
Salah satu tugas penting seorang kepala sekolah adalah pengambilan keputusan yang berkenaan dengan lembaga pendidikan. Sebagai bahan pijakan pengambilan keputusan bagi kepala sekolah adalah sistem informasi manajemen. Suatu informasi bisa menjadi bahan bagi pengambil keputusan dalam tahapan tertentu, tetapi bisa pula merupakan bahan mentah bagi pengambil keputusan untuk tahapan berikutnya.(Moekijat 2005;14)
Menurut hadiantini Sistem Informasi Manajemen adalah sistem perencanaan pengumpulan, proses, dan penyebaran data dalam bentuk informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan fungsi manajemen. Demikian pula di sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan formal tentunya memerlukan sistem informasi manajemen. Karena dengan adanya sistem informasi manajemen, maka pihak pengelola  sekolah dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari dari sekolah yang dikelolanya.  Untuk mengembangkan informasi maka kita perlu memahami, tujuan, fungsi, serta peranan dari sistem informasi manajemen untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Dan hal tersebut penulis uraikan sebagai berikut :
1.      Tujuan
Sistem informasi sangat berguna bagi pengelolaan sebuah institusi seperti sekolah, antara lain :
a)      menyediakan informasi bagi sekolah untuk menentukan dan menyusun perencanaan, atau penyusunan rencana strategi sekolah. Karena untuk menyusun rencana strategi sekolah harus menganalisa dulu kekuatan, kelemahan, tantangan serta peluang yang ada pada sekolah tersebut. Dan untuk mengetahui hal tersebut harus melalui informasi.
b)      Membuat pengendalian, agar langkah yang akan ditempuh sekolah merealisasikan visi dan misi sekolah lebih terarah.
c)      Mengevaluasi dari setiap program yang telah dilaksanakan, sehingga pihak sekolah dapat mengambil keputusan apakah suatu program itu dilanjutkan, diberhentikan, atau diperbaiki.
d)     Menentukan langkah perbaikan selanjutnya, dari program yang telah terealisasi.
2.      Fungsi SIM
Ada beberapa fungsi SIM antara lain :
1)      Meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2)      Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3)      Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4)      Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5)      Menetapakan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6)      Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7)      Memperbaiki produktifitas aplikasi dan pengembangan dalam pemeliharaan sistem.
8)      Sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan ini dengan melalui proses (a) model perencanaan anggaran; (b) program laporan penyimpangan; (c) model analisis masalah; (d) model keputusan; dan (e) model pemeriksaan.
9)      Data base untuk pengendalian manajemen
3.      Peranan SIM
Nilai suatu informasi berhubungan dengan suatu keputusan. Hal ini berarti jika tidak ada keputusan, maka informasi menjadi tidak dibutuhkan. Keputusan berkisar dari keputusan berulang hingga keputusan jangka panjang.  Suatu informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sedangkan kualitas informasi menjadi berperan sangat ditentukan oleh tiga hal pokok, yakni relevansi, akurasi, dam timelines.Berikut beberapa peranan SIM :
a)      Relevansi, jika informasi yang didapat antara satu dengan lainnya berbeda. Misalnya dalam satu kelas setiap peserta didik memiliki data yang berbeda, misal dalam tanggal dan tahun kelahiran, data orangtua, tempat tinggalnya, jumlah saudaranya dan lain-lain. Jdi jika dalam satu kelas ternyata data siswanya sama seluruhnya, maka itu sudah tidak relevansi lagi.
b)      Akurasi atau akurat, artinya informasi yang didapat tidak menyesatkan. Contohnya nama siswa dengan nama orangtuanya harus sesuai dengan yang terdapat pada akta kelahirannya. Jika berbeda maka data tersebut tidak akurat, atau salah.
c)      Timeliness, artinya tepat waktu. Bahwa data yang didapatkan datangnya tidak terlambat. Misalnya saat siswa mendaftar di sekolah, maka diharuskan menuliskan data-data dirinya yang harus segera diterima oleh pihak sekolah untuk diproses apakah ia dapat diterima di sekolah tersebut atau tidak. Maka jika data tersebut terlambat, maka akan merugikan siswa yang mendaftar karena ia akan didiskualifikasi dari peserta pendaftar.
C.    DATA HASIL PENELITIAN
1.         Lokasi Penelitian
SMAN 24 Kota Bandung merupakan lokasi atau objek penelitian yang bertepat di Jl. A.H. Nasution 27 Bandung. kelurahan Pasir Endah  Kecamatan Ujung berung Kota Bandung provinsi jawa barat. SMAN 24 Kota Bandung merupakan lembaga pendidikan yang telah memenuhi standar pendidikan nasional dengan salah satu indikatornya ialah lembaga pendidikan ini terakreditasi A. SMAN 24 Kota Bandung meliki letak geografis yang cukup setrategis. letak geografi setrategis ini dapat di lihat dari salah satu indikator dim ana sekolah ini dapat di akses dari berbagai derah bandung bahkan jawabarat dan tepat berada di tengah tengah lingkungan masyarakat.

2.         Kondisi Riel SMAN 24 Kota Bandung
b.      Visi
Mewujudkan sekolah yang mampu menghasilkan lulusan berwawasan imtaq, berbudaya lingkungan, berakar budaya bangsa dan mampu bersaing di era globalisasi
c.       Misi
1.        Melaksanakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan dengan melibatkan seluruh komponen sekolah dan terintegrasi pada proses pembelajaran
2.        Mengkondisikan sekolah sehingga kondusif dalam mendukung pembinaan kepribadian dan keberhasilan proses belajar mengajar serta mengembangkan program aksi lingkungan
3.        Menumbuhkan penghayatan terhadap budaya daerah sehingga menjadi salah satu sumber kearifan dalam berperilaku dan bermasyarakat
4.        Menumbuhkan motivasi dalam pengembangan profesionalisme dan semangat keunggulan melalui penanaman wawasan kemandirian dan peningkatan kesejahteraan seluruh civitas akademika
5.        Memberdayakan seluruh komponen sekolah dan mengoptimalkan sumberdaya sekolah, dalam membantu siswa untuk dapat mengembangkan diri secara optimal
6.        Mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris dan Teknologi informatika, baik dalam intra ataupun ekstrakurikuler
Sistem informasi manajemen pendidikan di SMA 24 Kota bandung pada dasarnyasudah berbasis ITE, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu, Proses pembelajaran di kelas sudah menggunakan inpokus dan media media lainya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi dan efektifitas pembelajaran peserta didik, kemudia dalam penilayan hasil belajar peserta didik di SMA 24 Kota Bandung telah menggunakan elektronik rapot sehungga dapat memudahkan siswa dan orang tua siswa dalam mengakses nilai hasil belajar siswa. selain dari itu, sistem E RAPOT ini pun membantu peningkatan keakuratan pengelola sekolahh dalam pengambilan kebijakan dan program yang berkaitan langsung dengan pengembangan potensi siswa.
Upaya optimalisasi penerapan sistem informasi manajemen di SMAN 24 kota Bandung telah di lakukan. namun dalam perjalanan operasional sekolah, banyak menemui hambatan yang salah satunya adalah banyaknya pintu input data sehingga menyebabkan manajer sekolah dan pemangku kebijakan lainya mengalami kesulitan dalam penentuan program dan pengambilan kebijakan sehingga program kurang tepat sasaran.
Selain dari itu, peranan sistem informasi manajemen SMAN 24 Kota Bandung memiliki peranan yang sangat sentral baik sebagai landasan kebijakan dan program maupun dalam tataran proses operasional pendidikan dan pembelajaran. perencanaa, pendidikan dan pembelajaran dalam hal ini kepala sekolah melibatkan seluruh komponen sekolah dalam mendapatkan data dan informasi yang akurat baik informasi bersifat jangka pendek maupun jangka panjang sebagai alat atau landasan dalam pengambilan kebijakan dan rencana strategi sekolah.
dalam penerapan implementasi SIM pendidikan saat ini manajer sekolah berupaya memperbaiki sistem dengan melibatkan tiga staff yang ahli dalam bidang IT dengan tujuan utama untuk memodernisasi sistem pendidikan di SMAN 24 Kota Bandung. kita ketshui bersama, bahwa didalam pendidikan ada delapan standar minimal yang harus dipenuhi oleh setiap institusi pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar penilaian, kurikulum, sarana prasarana, standar pembiayaan, standar tenaga pendidik kependidikan serta standar pengelolaan.
Penerapan sistemtem informasi manajemen berbasis ITE di SMAN 24 Kota bandung tidak semudah yang dibayangkan karena dalam penerapanya menghadapi berbagai hambatan baik dari aspek kurangnya kemampuan SDM dalam bidang ITE maupun kesadaran dalam peningkatan mutu pendidikan.


D.    ANALISIS DATA
Proses perencanaan yang dilakukan di SMAN 24 kota bandung melibatkan seluruh staf pendidik dan tenaga kependidikan yang di wakili oleh para wakil  kepala sekolah, sehingga sistem informasi yang di bangun berjalan efekt6if, dengan salah satu indikatornya dalam perencanaan pembiayaan pendidikan yang dilakukan berbasis ITE dan komunikasi yang baik sehingga dalam perencanaan dan pengalokasian pembiayaan pendidikan dapat dilakukan dengan proporsional atau sesuai dengan kebutuhan lembaga  dan didukung sistem penentuan sekala priorisa sehingga anggaran yang dipergunakan dapat dipertanggung jawabkan.
perencanaan dan pengalokasian anggaran pendidikan berbasis sistem informasi manajemen pendidikan dengan standar operasional yang jelas serta pengelolaan data yang akurat dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel
manajemen pembiayaan SMAN24 Kota Bandung
NO
Jenis Pembiayaan
Sumber Dana
 Alokasi (Rp.)
1
BIAYA PERSONIL

 5,083,215,992
a.
Gaji dan tunjangan
APBD KOTA
   4,644,735,992
b.
Honor/insentif 
Masyarakat/Komite
      438,480,000
-           
Tabel
pemanpaatan anggaran operasional sekolah
NO
JENIS PENGGUNAAN.PEMBIAYAAN
JUMLAH DANA
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
1
Pengadaan Alat Tulis Sekolah
                         38,048,000
AGUSTUS-
2
Pengaadaan Alat Habis Pakai
                         29,476,000
AGUSTUS-
3
Pengadaan bahan habis pakai
                         14,000,000
AGUSTUS-
4
Pengadaan buku pelaj/buku penunjang pelajaran/ buku referensi
                         94,025,000
JULI –DES
5
Pemeliharaan dan perbaikan rusak ringan sarana/prasarana sekolah
                         75,437,000
JULI –DES
6
Langganan Daya dan jasa lainnya
                         36,180,231
JULI –DES
7
Penyelenggaraan evaluasi pembelajaran
                         65,980,000
JULI –DES
8
Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ekstrakurikuluer dan intrakurikuler
                       109,320,000
JULI –DES
9
Kegiatan penerimaan siswa baru
                         47,625,000
JULI
10
Pegembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
                         15,000,000
OKTOBER
11
Pengelolaan data individual sekolah berbasis TIK melalui aplikasi dapodikmen 2015
                         17,500,000
AGUSTUS-
12
Pengembangan website sekolah
                         34,775,000
OKTOBER
13
Biaya asuransi keamanan dan keselematan sekolah
                         12,000,000
JULI –DES
14
Penyusunan danpelaporan
                            1,102,769
DESEMBER

Dalam proses perencanaan pembiayaan pendidikan di SMAN 24 Kota Bandung melibatkan seluruh wakasek dalam menentukan seklala prioritas dan analisis kebutuhan sekolah melalui proposal bidang yang selanjutnya dilakukan analisis bersama berlandaskan hasil evaluasi priode sebelumnya dan berlandaskan data data yang terkumpul dan di kelola dengan baik maka pihak pengelola sekolah mampu menciptakan sistem  pembiayaan pendidikan yang akurat/
Pengelolaan pendidikan yang dapat dikatakan pengelolaan yang sangat kompleks karena pengelolaan pendidian terdiri dari berbagai komponen sehungga bukan hal yang mudah untuk di implementasikan. selain dari itu, problematika dalam pengelolaan sistem informasi manajemen khususnya dalam pembiayaan pendidikan adalah masih banyaknya SDM sekolah yang belum memahami manajemen pembiayaan yang efektif dan efisien. di bawah ini akan di jelaskan beberapa hambatan utama implementasi sistem informasi manajemen pembiayaan yaitu sebagai berikut
1.         Lemahnya sumberdaya manusia yang dimiliki dalam pengelolaan sistem pembiayaan pendidikan
2.         minimnya teknologi informasi yang tersedia untuk pengelolaan pembiayaan pendidikan
3.         belum ada kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak BANK

Penerapan sistem informasi manajemen pendidikan di SMAN 24 Kota bandung  yang di teliti oleh penulis juga berpokus pada sistem informasi manajemen pada kesiswaan atau pengelolaan peserta didik mulai dari proses penerimaan siswa baru hingga proses pelulusan peserta didik.Proses penerimaan mulai dari proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan di SMAN 24 kota Bandung telah berbasis ITE.
dengan adanya impelentasi penerapan sistem informasi manajemen kesiswan yang  efektif dapat dilihat dari beberapa indikator  yaitu sebagai berikut
1.             pendaftaran dan seleksi masuk peserta didik baru di SMAN 24 Kota Bandung telah berbasis ITE
2.             Kemudahan mengakses berbagai informasi peserta didik mulai dari prestasi, kecerdasan, penilayan hasil belajar dan lain sebagainya
3.             pengembangan program pendidikan dan pembelajaran   mengacu kepada data peserta didik
4.             proses pembelajaran menggunakan teknologi seperti infokus dan media media lainya
5.             proses penilayan hasil belajar peserta didik berbasis ITE atau E.RAPOR.
Implementasi sistem informasi manajemen pada kesiswaan atau peserta didik dapat meningkatkan keakuratan data dan informasi, hal tersebut dapat dilihat dalam table di bawah ini
Tabel
Penerimaan dan dan penempatan peserta didik
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan beberapa masalah utama dalam penerapan sistem informasi manajemen pada kesiswaan diantaranya banyaknya variasi atau banyaknya perbedaan kemampuan intelektual siswa yang di sebabkan latar belakang pendidikan mereka yang berbeda beda, sehingga tenaga pendidik mengalami kesulitan dalam meningkatkan pretasi dan mengembangkan potensi peserta didik. selain dari itu, peserta didik mengalami kesulitan jika saat ujian berbasis computer berlangsung apa bila mengalami mati lampu atau jaringan internet mengalami tribel.
Untuk meningkatkan optimalisasi peranan sistem informasi manajemen pada bidang kesiswaan dapat dilakukan beberapa (1) pemuktahiran teknologi di sekolah(2) pemberlakuan pengelolaan data satu pintu (3) menambah sumberdaya manusia yang ahli dalam bidang teknologi (4) membuat sistem komunikasi dan koordinasi yang jelas (5) 5memperbaiku sistem pengelolaan lembaga secara keseluruhan

E.     SIMPULAN
Sistem informasi manajemen pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan performa lembaga pendidikan baik lembaga suwasta maupun lembaga pendidikan negeri.  Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berdasarkan pembahasan Hasil penelitian di SMAN 24 Kota Bandung makan penulis memiliki kesimpulan sebagai berikut
1.             SMAN 24 Kota Bandung merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah pemerintah. selain dari itu, pengelola sekolah senantiasa berupaya meningkatkan kualitaslembaga melaui penerapan sistem informasi manajemen pendidikan
2.             Manajemen peserta didi di SMAN 24 Kota bandung telah berbasis ITE, meskipun masih menghadapi beberapa hambatan, namun dengan adanya sistem informasi manajemen ini pengelolaan data kesiswaan dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan dan program dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran serta kompetensi lulusan.
3.             perkembangan dan tuntutan peningkatan kualitas lembaga pendidikan yang semakin deras, maka diperlukan sistem informasi manajemen pembiayaan pendidikan yang efektif dan efisien untuk mendorong manajemen pembiayaan yang akuntabel dan transparan.entasikan pengelolaan data satu pintu untuk mendorong terciptanya penyiapan dan pengelolaan data dan informasi yang akurat sebagai landasan pengambilan keputusan, kebijakan dan penentuan program pendidikan.
4.             perbaikan sistem informasi manajemen pendidikan di SMAN 24 Kota Bandung harus segera mengimpelem




F.     DAFTAR PUSTAKA
Rochaety, Eti.dkk.(2003). Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. PT. Bumi Aksara:Jakarta.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI.(2010). Manajemen Pendidikan. ALFABETA:Bandung.
Fattah Nanang (1999) LANDASAN MANAJEMEN PENDIDIKAN, REMAJA ROSDA KARYA BANDUNG
Webber, C.F. (2003). New technologies and educative leadership. Journal of Educational \Administration. 41 (2), 119 – 123.
Weber, R. (2000). Information System Controls and Audit. New Jersey: Prentice-Hal
DanuWira Pangestu (2003) Teori Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM)
11Moekijat, , (2005) Pengantar Sistem Informasi Manajemen, (Bandung: CV. Mandar Maju
http://hadiatini.blogspot.co.id/2011/08/sim-pendidikan-tingkat-sd.html