Sabtu, 29 April 2017

Rekrutmen Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari manajemen. Hal ini terlihat dari bagaimana pendidikan didefenisikan, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlikan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara (UU No. 20 Tahun 2003). Dalam defenisi tersebut, pendidikan mengandung makna sebuah usaha sadar dan terencana. Dengan kata lain, dari defenisi pendidikan itu sendiri sudah terkandung fungsi atau kaidah manajemen.
Tenaga pendidik atau kependidikan merupakan SDM pendidikan yang memegang peranan Sstrategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik (guru, dosen, pamong pelajar, instruktur, tutor, widyaiswara) dalam masyarakat dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Hal ini disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan, atau khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh pendidik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Fungsi mereka tidak akan biasa seluruhnya dihilangkan sebagai pendidik dan pengajar bagi peserta didiknya. Begitupun dengan tenaga kependidikan (kepala sekolah, pengawas, tenaga perpustakaan, tenaga administrasi) mereka bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
Oleh sebab itu, berdasarkan pemaparan di atas kita dapat melihat urgensi manajemen sumber daya manusian dalam pelmabag pendidikan termasuk dalam manajemen  pendidikan pada madrasah aliyah Al falah  Nagreg Kabupaten  Bandung. Proses pendidikan dan pembelajaran yang di selenggarakan di MA AL Falah menitikberatkan pada upaya internalisasi nilai nilai pendidikan islam dan budaya nahdatul ulama. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis mengambil judul MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSI

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu sebagai berikut
1.    Bagaimanakah konsep manajemen sumber daya mansia?
2.    Bagaimanakah Proses manajemen sumber daya manusia di MA AL Falah Nagreg
          Kabupaten bandung?
3.    Bagaimanakah Analisis jabatan di MA al falah Nagreg Kabupaten Bandung?
4.    Bagaimanakah rekrutmen dan seleksi SDM di MA Al Falah Nagreg Kabupaten Bandung>
C. Tujuan Penelitian
       Atas dasar Latar belakang dan perumusan masalah penelitian di atas, maka peneliti memiliki tujuan sebagai berikut
1. Untuk mengetahui konsep manajemen sumber daya mansia?
2.    Untuk mengetahui Proses manajemen sumber daya manusia di MA AL Falah Nagreg
          Kabupaten bandung?
3.    Untuk mengetahui proses  Analisis jabatan di MA al falah Nagreg Kabupaten Bandung?
4.    Untuk mengetahui rekrutmen dan seleksi SDM di MA Al Falah Nagreg Kabupaten
     Bandung>




BAB II
KAJIAN TEORETIK

A. Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia\
Apakah sebenarnya manajemen itu? Secara etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa Prancis Kuno management, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dalam bahasa Inggris, kata manajemen berasal dari kata to manage artinya mengelola, membimbing, dan mengawasi. Jika diambil dalam bahasa Italia, berasal dari kata maneggiare memiliki arti mengendalikan. Sementara itu dalam bahasa Latinkata manajemen berasal dari kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan, jika digabung memiliki arti menangani.
Apabila kita membuat suatu pembatasan atau defenisi tentang manajemen dapatlah dikemukakan sebagai tersebut. “ bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan dengan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controling).
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 5 dan 6 yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dalam organisasi pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan ini merupakan sumber daya manusia potensial yang turut berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut penulis, rekrutmen sumber daya manusia merupakan usaha lembaga dalam memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dari eksternal lembaga. hal ini, sejalan dengan Jaja Jahari (1008:21) Pegawai merupakan sumber daya yang paling penting dalam organisasi. pegawai yang baik dan memenuhi standar kualifikasi hanya akan dapat diperoleh melalui upaya rekrutmen yang efektif. berdasarkan pengeritan bahwa perekrutan merupakan upaya untuk mendapatkan sejumblah calon pegawai yang berpotensi dan memenuhi syarat ungtuk menjadi pegawai.
Pada dasarnya proses rekrutmen sumber daya manusia merupakan upaya memperoleh dan menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi atau lembaga yang bersangkutan dalam hal ini adalah lembaga pendidikan. menurut Abdurahman Fatoni (2016:143) Mengatakan bahwa proses penyediaan tenaga kerja tidak berahir saat program perencanaan tenaga kerja telah selesai di susun,  melainkan harus suadah di susun kelanjutan proses lainnya, pelaksanaan selanjutnya juga mengadakan calon baru, melalui pengumuman penerimaan tenaga kerja yang bersedia dan tenaga kerja yang  akan  digunakan.
Menurut Mathis dan Jakson, yang di kutip dari artikel Recent Posis Mengatakan bahwa perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan. Dalam arti kata, merupakan penarikan (recruitment) adalah sebagai proses pencarian dan pemikatan calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan (Handoko,2001:69)
Ada beberapa alasan dan juga menjadi tujuan yang mendorong suatu organisasi melakukan perekrutan pegawai; (1) Berdirinya organisasi baru (2) Adanya perluasan kegiatan organisasi (3) Terciptanya pegawai pegawai dan kegiatan kegiatan baru (4) adanya pegawai yang pindah pada organisasi lain  (5) adanya pegawai yang berhenti baik dengan hormat maupun yang secara tidak hormat (6) Adanya pegawai yang berhenti karena memasuki usia pension (7) Adanya pegawai yang meninggal dunia. Jaja Jahari (2008;22)
Menurut Edwin B, PIippo (1993;151) Pada umumnya sumber karyawan dapat di kelompokan ke dala dua jenis dari dalam dan dari luar Dari beberapa definisi di atas dapat kita gambarkan bahwa rekrutmen sumber daya manusia merupakan upay organisasi atau lembaga dalama mendapatkan Sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik yang di rekrut dari dalm internal lembaga karena promosi jabatan auat mutasi  maupun rekrutmen dari eksternal organisasi untuk menambah tenaga bru dan terampil untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan menambah daya dorong kinerja karyawan.
Di dalam buku yang di susun oleh Jaja Jahari (1008;22) ada beberapa langkah perekrutan yaitu sebagai berikut

1. Penentuan Jabatan Yang Kosong
Perekruttan dilakukan jika ada jabatan yang kosong atau di mulai dengan analisis mengenai apakah ada jabatan yang kosong yang harus di isi oleh pegawai baru. kekosongan dapat terjadi akibat adanya pegawai yang mengundurkan diri, pension, meninggal dunia, dan akibat adanya eksparasi yang dilakukan organisasi, yang sebelumnya telah di tentukan dalam perencanaan sumber daya manusia

2. Penentuan persyaratan Jabatan
Untuk mendapakan sumber daya manusia yang berkualitas sebaiknya pihak manajemen memiliki setrategi khusus rekrutmen, yaitu membuka kesempatan lamaran secara terbuka kepada masyarakat yang disertai dengan berbagai persyaratan atau sfesifikasi yang di butuhkan. persyaratan jabatan merupakan kreteria atau ciri ciri yang dapat meliputi keahlian, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang dilakukan untuk melakukan pekerjaan. persyaratan jabatan ini, tentu saja garys du tentukkan sebab hal itu akan membantu mengidentifikasi pegawai yang dibutuhkan yang berkaitan dengan siapa yang dibutuhkan dan dan dimana mereka berada.

3. Penentuan sumber dan metode perekrutan
        Langkah selanjutnya adalah menentukan sumber dan metode Rekrutmen yang palimg efektif dan tentu saja efisien. efektif berarti saluran atau metode yang paling memungkinkan untuk mendapatkan calon yang paling baik dan sesuai dengan organisasi, yang dalam hal ini persyaratan jabatan. efisiensi berarti dengan pengorbanan baik waktu maupun biaya yang paling murah. sumber mengacu pada tempat atau lingkunbgan tempat calon pegawai didapatkan, dan metode mengacu pada cara atau pendekatan yang digunakan untuk mendapatkanya..

B. Perencanaan Sumber daya manusia
Perencanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah pengembangan dan strategi dan penyusunan tenaga pendidik dan kependidikan (Sumber Daya Manusia/SDM) yang komprehensif guna memenuhi kebutuhan organisasi di masa depan. Perencanaan SDM merupakan awal dari pelaksanaan fungsi manajemen SDM. Meskipun merupakan langkah awal dalam manajemen SDM, perencanaan seringkali tidak diperhatikan dengan seksama. Padahal dengan melakukan perencanaan, segala fungsi SDM dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

Di indonesia status kepegawaian tenaga pendidik dan kependidikan terbagi menjadi 2 status yaitu PNS dan Non PNS dan berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional (DIKNAS) dan Departemen Agama (DEPAG). Dalam melakukan perencanaan SDM dapat mengunakan beberapa metode yaitu:

C.  Faktor faktor yang mempengaruhi kebijakan rekrutmen
Terdapat 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan Rekrutmen  sumber daya manusia
a) Faktor eksternal:
• faktor ekonomi, nasional dan Global
• Faktor sosial, politik dan hukum
• Faktor teknologi
• Faktor pesaing
b) Faktor internal (organisasi):
• Rencana strategic dan rencana operasional (taktik)
• Anggaran sumber daya manusia
• Peramalan produksi dan penjualan
• Faktor desain organisasi dan desain pekerjaan
• Faktor keterbukaan dan keikutsertaan manajer

c) Faktor ketenaga kerjaan
• Pensiun, PHK, meninggal dunia dan tenaga kerja yang selalu absen.
• Promosi, pindah, tenaga kerja yang mendapat pelatihan dan yang mengikuti pendidikan diluar organisasi.
d) Faktor-faktor lain
• Pasar tenaga kerja
• Prestasi kerja
• Waktu yang tersedia untuk mencapai sasaran organisasi jangka pendek.
• Faktor demografi
• Faktor supervise
• Faktor staf pendukung
• Faktor lokasi
Kata diagnostic atau diagnosis di adopsi dari ilmu kedokteran yaitu diagnose, yang artinya melihat secara seksama mengenai kondisi suatu objek atau orang atau kondisi lembaga.pendekatan diagnostic dalam rekrutment SDM ini ada empat item
1. internal; melihat secara seksama terkait keadaan lembaga baik keadaan sistem mapun sumber daya yang dimiliki
2. eksternall melihat secara seksama terkait keadaan eksternal mulai dari kebi8jakan politik, maupun sumber daya manusia yang tersedia di masyarakat
3. perilaku; melihat secara seksama terkait baik perilaku oran, maupun organisasi secara keseluruhan
4. perorangan; melihat secara seksama terkait prilaku seseorang khususnya calon pehawai baru
D. Proses penarikan dan seleksi
Langkah selanjutnya adalah proses seleksi yang ditunjukan untuk memilih karyawan yang di inginkan. atau dengan kata lain, seleksi adalah proses untuk memtuskan apakah calon yang sudah melamar diterima atau tidak. idealnya seleksi merupakan proses dua arah, lembaga atau organisasi menawarkan posisi tenagar kerja dengan imbalannya, sedangkan calon tenaga kerja mengevaluasi organisasi atau sekolah dan daya tarik posisi serta imbalan yang di tawarkan. ( Jaja Jahari. 2008;33)
Menurut siagian (2005) ada 7 tahapan seleksi untuk digunakan dalam organisasi yaitu sebagai berikut
1.      Penerimaan surat lamaran
organisasi pemakai tenaga kerja menempuh langkah ini guna memperoleh kesan pertama tentang pelamar melalui pengamatan tentang penampilan, sikap dan faktor faktor lain yang di pandang relevan. dari kesan pertama ini lah perekrut  mengambil keputusan akah akan melanjutkan pada langkah berikutnya atau tidak.
2.      penyelenggaraan ujian
berbagai ujian diselenggarakan  dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang obyektif dan dengan tingkat akurasi yang tinggi tentang cocok tidaknya pelamar dengan jabatan atau pekerjaan yang akan dipercayakan kepadanya. Pada dasarnya terdapat tiga jenis tes yang ditempuh oleh para pelamar yaitu (a) tes psikologi (b) tes yang mengujoi pengetahuan pelamar (c) tes pelaksanaan pekerjaan.
3.      Proses wawancara
Wawancara sebagai alat seleksi merupakan pembicaraan formal antara perekrut dengan  pelamar. pada dasarnya wawancara diselenggarakan dalam bentuk tatap muka antara seorang pewawancara dengan seorang pelamar. meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan menyelenggarakan wawancara perkelompok artinya seorang atau beberapa pewawancara mengadakan dialog dengan sekelompok pelamar.
4.      Surat surat referensi
Salah satu langkah yang di ambil dalam dalam keseluruhan proses seleksi ialah mengharuskan pelamar melengkapi dokumen lamaranya dengan surat surat referensi. surat referensi dimaksudkan untuk melengkapi informasi tentang diri pelamar seperti kemampuan intelektual, sikap, nilai yang di anut, perilaku dan hal hal lain yang di pandang releva.
5.      Evaluasi medis
melakukan evaluasi medis/tes kesehatan yang pada dasarnya di maksudkan untuk menjamin bahwa para pelamar berada dalam kondisi fisik yang sehat. dua cara umum di tempuh dalam proses ini pertama, pelamar diminta melampirkan keterangan dari dokter. kemudian cara yang kedua  adalah melakuka sendiri evaluasi medis dengan mengharuskan pelamar menjalani tes kesehatan menyeluruh di tempat pemeriksaan dan oleh dokter yang di tunjuk oleh organisasi.
6.      wawancara dengan penyedia
Dalam manajemen sumber daya manusia dewasa ini, semakin dirasakan pentingnya ketertiban para penyedia yang akan menjadi atasan langsung pelamar dalam proses seleksi. bahkan dalam banyak organisasi kecenderungan kuat dewasa ini adalah memberikan wewenang dan kata terakhir kepada para penyedia untuk memutuskan siapa di antara para pelamar yang di terima dan siapa yang di tolak. Alasan  perlunya wawancara dengan penyedia antara lain karena penyedia yang lebih memahami seluk belukmdari tuntutan teknikan pekerjaan  yang akan di percayakan dan penyedia yang di anggap lebih kompeten menjelaskan berbagai segi pekerjaan tertentu apa bila ditanyakan oleh pelamar.
7.      Pengambilan keputusan seleksi
langkah terakhir dalam proses seleksi adalah pengambilan keputusan tentang lamaran yang masuk. siapapun yang pada akhirnya yang mengambil keputusan atas lamaran yang diterima, atau ditolak.



BAB III
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Profil Madrasah Aiyah Al Falah Nagreg Kabupaten Bandung
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi dan tranformasi saat ini, maka secara kelembagaan pendidikan islam termasuk madrasah aliyah tengah mengalami perubahan yang mendasar. Hal ini disebabkan beberapa faktor, Pertama, semakin agar pendidikan Islam mampu memberikan kontribusi yang bermakna terhadap pembangunan, Kedua, adanya cara pandang baru bagaimana seyogyanya umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia dapat meningkatkan peran dan kiprahnya dalam pembangunan nasional.
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No.370 Tahun 1993 pasal 1, Madrasah Aliyah (MA) termasuk di dalamnya madrasah Aliyah Al-Falah adalah sekolah menengah umum yang berciri khas Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Hal ini mempunyai implikasi yang luas terhadap perlunya penyesuaian dan pengembangan dalam berbagai bidang, terutama dalam mewujudkan delapan standar pendidikan Nasional, sehingga dengan demikian Madrasah Aliyah, khususya Madrasah Aliyah Al-Falah diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu berkiprah dalam kehidupan masyarakat yang senantiasa berkembang. Oleh karena itu, dari mulai perjalanannya Madrasah Aliyah Al-Falah yang berada dilingkungan pesantren  telah menganut sistem pendidikan yang berbasis masyarakat. Dan hal ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi independensi kelembagaan dan bagi pengembangan berikutnya.
Peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Falah dalam berbagai asfeknya merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan, untuk mewujudkan impian itu diperlukan dukungan/bantuan dari sejumlah pihak (stake holder) madrasah, terutama pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Islam RI
     a.    Gambaran Keadaan Madrasah
5.    Nama Madrasah                                    :Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg
6.    Status                                                     :Swasta
7.    NSM                                                      :131232040038
8.    NPSN                                                    :20177981
9.    Alamat Madrasah                                  :Jl.Raya Nagreg Km.38 Pamucatan Nagreg
               Kab.Bandung 40397 Provinsi Jawa Barat
     No.Telephon/Fax                                   :022-7951014
     e-Mail                                                    :mafal2ngr@gmail.com  
     Website                                                  :http://www.ma.alfalah.sch.id
10.         Status Akreditasi                              :Terakreditasi ”A”
11.         Nomor SK                             :02.00/274/BAP-SM/SK/X/2016
12.         Nama Kepala Madrasah       : Dr. Mukhsin, M.Ag
13.         Alamat Lengkap                   :Jl.Kapten Sangun Cicalengka Tenjolaya Kab.Bandun
     Handphone                                            :081394052209
     Email                                                     :mr_mukhsin@yahoo.com              
14.    Yayasan Penyelenggara         : Asysyahidiyyah
15.    Akte Pendidirian                     :Kw.10.4/4/PP.00.6/2738/2010
16.    KKM                                       :MAN Majalaya Kab.Bandung
17.    Ketua Komite                          :Drs. H. Ahmad Sadudin, M.Pd
18.    Nomor Rekening                                 : 3468-01-004134-53-3
     Bank                                                           :BRI Unit Nagreg Cabang Majalaya
     atas nama                                                    :MA Al-Falah Nagreg

b. Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Motto Pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg
     1. Visi
Terwujudnya Madrasah yang Unggul dalam Ilmu Berkualitas dalam Amal dan Teladan dalam Pergaulan
Indikator Ketercapaian Visi :
§  Unggul dalam Ilmu :
1)  Menguasai Ilmu-ilmu Keislaman
2)  Menguasai Ulum Al-Qur’an
3)  Menguasai Ilmu Pengetahuan, Sains dan Teknologi
4)  Mampu berbahasa yang baik dan Benar (Indonesia, Daerah, Arab & Inggris)
5)  Berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik
§  Berkualitas dalam Amal :
1)  Tegaknya Amar Ma’ruf Nahyi Munkar
2)  Terbiasa menunaikan Ibadah dan Amal Sholeh
3)  Mandiri, Percaya Diri dan Kreatif
§  Teladan dalam Pergaulan :
1)  Tumbuhnya Ukhuwwah, Ta’awun dan Disiplin
2)  Berperilaku dengan akhlaqul-karimah sesuai ajaran Islam
3)  Ramah terhadap lingkungan, “NYANTRI” (Nyaman, Aman, Tertib, Rindang dan Indah).
4)  Mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan masyarakat
     2. Misi
1.    Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya insani yang unggul dibidang Imtaq dan Iptek
2.    Mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada mutu lulusan yang berkualitas yang berilmu amaly dan beramal ilmy.
3.    Mengoptimalkan penghayatan terhadap nilai-nilai agama dan budaya untuk dijadikan sumber kearifan bertindak sehingga terwujud siswa yang Berakhlaqul Karimah
     3. ujuan
       Tujuan Pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Falah, ditujukan untuk menghasilkan:
1.  Siswa yang berwawasan keilmuan yang dinamis sehingga mencapai prestasi akademis dan non-akademis yang tinggi baik di tingkat Lokal dan Nasional.
2.  Siswa yang kreatif dan produktif dalam bentuk amal sholeh dengan berdasarkan ilmu yang dibimbing oleh wahyu
3.  Masyarakat akademis dengan kepribadian Islami dalam kehidupan sehari-hari.
4. Strategi MA Al-Falah Nagreg :
1)  Melaksanakan Pembelajaran dan bimbingan yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
2)  Menumbuhkan dan mendorong semangat keilmuan dan keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
3)  Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi, dan bertaqwa pada Allah SWT.

B. Perencanaan Dan Analisis Jabatan
      Sumber daya manusia merupakan faktor yang paling menentukan dalam proses perkembangan lembaga pendidikan. hal tersebut, di sadari oleh para pengelola madrasah aliyah al falah nagreg Kabupaten Bandung, oleh karena itu proses perencanaan sumber daya manusia yang di lakukan secara rutin namun untuk perencanaan SDM jangka menengah biasanya pihak pengelola melakukan perencanaan sebelum awal tahun ajaran baru. perencanaan yang di lakukan pada sebelum tahun ajaran baru di lakukan dengan latar belakang bahwa pada waktu ini lah yang tepat dalam melaksanakan proses perencanaan agar pihak pengelola dalam hal ini yayasan dan kepala madrasah yang melibatkan selurh pihak internal lembaga untuk membuat perencanaan dan penempatan sumber daya manusia yang tepat sesuai dengan kebutuhan madrasah.
Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab besar di mana manusia yang menjadi produk atau lulusan yang menjadi penentu kemajuan negara. oleh sebab itu, pengelola madrasah memiliki visi dan misi yang mulia dimana pada intinya lmadrasah berupaya membuat proses pendidikan dan pembelajaran yang nyaman dan efektif serta efisien. Untuk mewujudkan visi misi mulia madrasah aliyah Al falah yang berada di bawah naungan yayasan Asyahidiyah selalu menjalin kerjasama antara manajemen madrasah dengan pengelola yayasan agar mampu menghasilkan perencanaan yang efektif dan tepat guna.
Untuk Membuat perencanaan yang baik dan mengacu pada visi misi lembaga serta mengacu pada kondisi nyata madrasah, maka kepala Madrasah melibatkan seluruh wakil kemapala dan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan untuk memberikan pandangan dan pendapat dalam perencanaan sdm agar pihak kepela madrasah dapat membuat rekomendasi penempatan sdm secara baik yang di ajukan kepada pengelola yayasan. Untuk membuat perencanaan yang akurat, pihak kepala madrasah mempertimbangkan berbagai aspek yang secara umum meliputi Kondisi internal dan perkembangan eksternal atau perkembangan di luar lembaga.
Proses perencanaan sumber daya manusia dan analisis jabatan  yang dilakukan oleh pihak manajemen madrasah mempertimbangkan hal hal sebagai berikut
1. Analisis kualitas SDM yang dimiliki
    Sumber daya manusia yang di mliki merupakan motor mendorong dan penentu maju dan mundurnya sebuah lembaga pendidikan. oleh sebab itu, pengelola madrasah berupaya mendapatkan dan mengelola sumber daya manusia yang dimiliki serta mengembangkan potensi mereka melalui berbagai pelatihan atau woksop baik yang di selenggarakan oleh internal lembaga dan yayasan maupun oleh pihak internal seperti pelatihan yang di selenggarakan oleh universitas islam negeri sunan gunung djati bandung, Institut tknologi bantung, unoversitas pendidikan indonesia, dan pihak pihak lainya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menenmpatkan posisi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing masing.
    Selain dari itu, Untuk efisiensi anggaran pendidikan dalam perencanaan sumber daya manusia pihak pengelola madrasah lebih memprioritaskan penggunaan sumber daya manusia dari yayasan dan dari alumni alumi terbaik  sekolah tinggi agama islam yang juga berada di bawah yayasan Asyahidiyah.
2. Analisis Sarana dan prasarana
    Sarana dan prasarana  pendidikan yang dimiliki oleh madrasah memiliki korelasi dan menjadi salah satu faktor penentu kebutuhan sumber daya manusia pada suatu lembaga pendidikan. seiring dengan perkembangan jaman dan perkembangan kebutuhan pendidikan, seperti dengan tersedianya laboratorium IPA, IPS  dan lain sebagainya, maka diperlukan sumber daya manusia yang baru yang mampu mengelola sarana sarana tersebut agar dapat di rasakan manfaatnya oleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
    Selain dari itu, dengan adanya penambahan sarana dan prasarana pendidikan pada madrasah aliyah al falah maka pihak manajemen madrasah membuat perencanaan pengembangan karir atau pengembangan kemampuan akademik pendidik seperti yang di lakukan pada ibu hanifah sebagai pendidik yang berprestasi dan memiliki loyalitas tinggi maka beliau diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister di ITB.

3. Analisis jabatan
    Tahapan yang krusial dan urgen setelah menentukan program lembaga pendidikan MA Al falah Nagreg Kabupaten Bandung adalah penentuan jabatan dengan landasan program lembaga dan jabatan yang diperlukan. Pada analisis jabatan, pihak lembaga madrasah betul betul memperhatikanb aspek kebutuhan lembaga, sehingga dalam penentuan jabatan pun juga melihat pada aspek sumber daya manusia yang dimiliki agar penempatan jabatan di duduki oleh orang yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. dalam analisis jabatan ini juga pihak manajemen madrasah mempertimbangkan 8 standar nasional pendidikan.
4. Analisis peserta didik
    Sakah satu  faktor utama yang di pertimbangkan dalam analisis jabatan adalah kondisi dan jumblah serta kualitas peserta didik, Oleh sebab itu, kita perlu melihat table di bawah ini


Tabel
Perkembangan Jumlah Peserta Didik

No
Tahun Pelajaran
Jumlah Peserta Didik Kelas
X (Sepuluh)
XI (Sebelas)
XII (Dua Belas)
Rombel
Siswa
Rombel
Siswa
Rombel
Siswa
1
2014/2015
7
140
7
158
6
130
2
2015/2016
7
171
7
140
7
158
3
2016/2017
7
237
7
166
7
133
           
      Berdasarkan tabel di atas di peroleh data dan gambaran bahwa peserta didik di MA Al falah dari 3 tahun terakhir senantiasa mengalami peningkatan jumblah sehingga hal ini menjadi pertimbangan dalam perencanaan sumber daya manusia dan dalam analisis jabatan. Hal tersebut di sebabkan, karena dengan adanya pertumbuhan jumblah peserta didik maka bertambah pula tanggungjawab dan tugas pengelola madrasah dalam mensukseskan proses pendidikan dan pembelajaran.
Tabel
Perolehan Nilai Murni Ujian Nasional
No
Tahun Pelajaran
Program
Jml Peserta
PEROLEHAN JUMLAH NILAI
Ket
Tertinggi
Terendah
Rerata
1
2013/2014
IPA
35
6.73
4.73
5.63
6 Mata Pelajaran
IPS
26
6.06
3.63
5.05
Keagamaan
44
7.49
3.97
5.65
2
2014/2015
IPA
34
9.04
6.41
7.80
6 Mata Pelajaran
IPS
42
7.57
5.92
6.78
Keagamaan
54
9.46
6.89
8.31
3
2015/2016
IPA
60
6.87
4.66
5.77
6 Mata Pelajaran
IPS
50
6.96
4.92
5.97
Keagamaan
48
7.55
5.15
6.35
    Berdasarkan Tabel di atas, kita dapat melihat kualitas dari hasil pembelajaran dan pendidikan yang di lakukan, maka dari itu hasil  penilayan ini menjadi tolak ukur dari perencanaan dan analisis jabatan.  Penilayan tersebut juga menjadi dasar bagi pengelola dama merencanakan dan penempatan sumber daya manusia  yang tepat terutama dalam pembagian tugas pendidik pada mata pelajaran sesuai dengan kompetensi masing masing.

C. Rekrutmen Dan seleksi Sumber daya Manusia
      Rekrutmen sumber daya manusia erupakan pintu masuk bagi penerimaan calon tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang nantinya akan menjadi faktor penentu dalam proses pendidikan dan pembelajaran yang di jalani peserta didik. Proses rekrutmen  sumber daya manusia yang dilakukan di MA Alfalah Nagreg Kabupaten Bandung memiliki pola rekrutmen yang khas, dimana pada proses rekrutmen ini, pihak manajemen madrasah lebih memprioritaskan alumni alumni sekolah tinggi agama islam yang berada dalam naungan yayasan Asyahidiyah  agar lebih efisien dalam penggunaan anggaran madrasah, dan di sebabkan oleh masih minimnya kemampuan madrasah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan.
Penentuan sekala prioritas pemberdayaan alumni STAI Alfalah bukan mencakup seluruh mata pelajaran dan jabatan, Akan tetapi, hal tersebut hanya di tekankan pada mata pelajaran mata pelajaran agama, hal tersebut juga berdasarkan pertimbangan agar nilai nilai yang di anamkan pada peserta didik yang sesuai dengan budaya dan standar pendidikan nahdatul ulama. Selain dari itu, dalam rekrutmen sumber daya manusia yang di lakukan tidak melalui media masa ataupun media sosial akan tetapi lebih menitik beratkan pada jaringan yang dimiliki oleh pengelola madrasah dan tenaga pendidik.
Pada proses seleksi, kepala madrasah menerima tenaga pendidik dan kependidikan yang beru yang di dasarkan pada dua hal yaitu sebagai berikut
1. Memiliki kualifikasi akademik sesuai dengan kebutuhan madrasah minimal lulusan sarjana pendidikan
2.  Bagi pendidik mata pelajaran agama, harus Memiliki pandangan atau paradigma yang sama terkait nilai dan budaya nahdatul ulama bagi calon SDM yang baru
Untuk melihat hasil perencanaan, analisis jabatan dan rekurtmen sumber daya manusia yang dimiliki kita dapat melihat dari tabel berikut


Tabel
kepengurusan
No
Nama Kepala Madrasah
Periode Tugas
1
Herman
Tahun 1983 s/d 1987
2
Drs. H.Ahmad Gozali
Tahun1987 s/d 1996
3
H. Cecep Abdullah, M.Pd.I
Tahun 1996 s/d 2012
4
Dr. Muksin, M.Ag
Tahun 2012 s/d Sekarang


No
Nama Lengkap
JK
Mata Pelajaran
KA
Ket
01
H.Cecep Abdullah, M.Pd.I
L
Mulok (Qiro'at), Akhlaq & Akidah Akhlaq
S2
GTY
02
Dr.Mukhsin, M.Ag
L
Bahasa Inggris
S3
GTY
04
Drs.Jaja Zaenudin, M.Pd.I
L
Matematika
S2
GTT
04
Drs.Hasbullah
L
Bahasa Arab
S1
GTT
05
Drs.Nandang Suhendi, M.Pd.I
L
Bahasa Indonesia
S2
GTT
06
Drs.H.Oyong Taryana, M.Pd.I
L
Sejarah Nasional Dan Umum (Snu)
S2
GTT
07
Drs.Hasan Bisri, M.Pd.I
L
Bahasa Inggris
S2
GTY
08
Dra.Entat Tarliah
P
Bahasa Indonesia
S1
GTY
09
Nurdin Saeful Ardhi, S.Ag
L
Seni Budaya (Khot)
S1
GTY
10
Muhyiddin, S.Ag
L
Qur'an Hadist & Seni Budaya (Khot)
S1
GTY
11
Hj.Iah Badriah, S.Ag
P
Sejarah Kebudayaan Islam (Ski)
S1
GTY
12
Yuli Dahlia, S.Pd
P
Sosiologi
S1
GTT
13
Hj.Aisyah, SE
P
Ekonomi
S1
GTY
14
Yuyun Wahyudin, S.S, M.Pd.I
L
Bahasa Arab, Bahasa Arab (Pendalaman Minat) & Balaghoh (Pendalaman Minat)
S2
GTT
15
H.Ahmad Kohar, M.Si
L
Akidah Akhlaq & Sejarah Kebudayaan Islam (Ski)
S2
GTY
16
Hj.Kulsum Saidatus Siyaroh, S.Pd.I
P
Hadits-Ilmu Hadits
S1
GTY
17
Munir, S.Ag
L
Fiqih & Ushul Fiqih
S1
GTY
18
H.Ahmad Farizi, M.Pd.I
L
Qur'an Hadits, Tafsir (Pendalaman Minat) & Tafsir Ilmu Tafsir
S2
GTY
19
Hj.Wafa Wafiyah Syahid, M.Pd.I
P
Bahasa Indonesia
S2
GTY
20
Euis Yayah, M.Pd.I
P
Aqidah Akhlaq
S2
GTY
21
Siti Hamidah, M.P.Kim
P
Kimia
S2
GTY
22
Abdul Rahman, S.Hi
L
Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik)
S1
GTY
23
Drs.H.Teten
L
Geografi
S1
GTY
24
Ahmad Akbar, S.S
L
Bahasa Inggris
S1
GTY
25
Dani Jaelani, S.Hum
L
Sejarah Indonesia & Sejarah
S1
GTY
26
Ririt Komariah, S.Pd.I
P
Fiqih & -
S1
GTY
27
Nurul Indri Dahliani, S.Pd
P
Penjasorkes
S1
GTY
28
Hj.Heni Hasanah, S.Pd
P
Kimia
S1
GTT
29
Windu Suryani, S.Pd.I
P
Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn)
S1
GTY
30
Siti Rohmanah, M.P.Fis
P
Fisika
S2
GTT
31
Pipih Siti Sopiah S.Pd.I
P
Sosiologi
S1
GTY
32
Lia Daniawati Ali, S.Pd
P
Bahasa Inggris & Bimbingan Konseling
S1
GTY
33
Siti Hasanah, S.Sos
P
Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn)
S1
GTY
34
Agus Usman, S.Pd.I
L
Bahasa Arab
S1
GTY
35
Asep Suhendar, S.Pd.I
L
Bahasa Arab & Mulok (Qiro'at)
S1
GTY
36
Andif Arifin, S.Pd.I
L
Qur'an Hadits
S1
GTY
37
Encep Abdul Muhyi, S.Pd.I
L
Ilmu Kalam & Akhlaq
S1
GTY
38
Rofi Addarojat, S.Pd.I
P
Bimbingan Konseling
S1
GTY
39
Sapei, S.Hi
L
Penjasorkes
S1
GTY
40
Ira Juliswati Kartikasari, S.Pd
P
Bahasa Indonesia
S1
GTY
41
H. Makhtum Abdul Karim, M.Pd.I
L
Fiqih
S2
GTT
42
Iman Nuddin, S.Pd.I
L
Prakarya & Kewirausahaan (Tik)
S1
GTY
43
Achmad Hambali Curniban, S.Pd.I
L
Keterampilan (Muhadatsah)
S1
GTY
44
Asep Muhtar Supriatna, S.Pd
L
Matematika
S1
GTY
45
Muhamad Taufik, S.Pd
L
Penjasorkes
S1
GTY
46
M.Tajudin Juhri, S.Pd.I
L
Keterampilan (Muhadatsah)
S2
GTY
47
Yosep Histiady, S.Pd.I
L
Tafsir Ilmu Tafsir
S2
GTY
48
Deni Setiawan, S.Pd.I
L
Prakarya & Kewirausahaan (Tik)
S1
GTT
49
Tri Harmani, S.Pd. M.M
L
Matematika
S2
GTT
50
Gian Rizki Yulianto, S.Pd
L
Matematika (Pendalaman Minat)
S1
GTT
51
A. Syukrillah, Lc
L
Ilmu Kalam & Ilmu Kalam (Pendalaman Minat)
S1
GTT
4
Ahmadi, Spd.I
L
Ushul Fiqih & Ushul Fiqih (Pendalaman Minat), Sejarah Indonesia & Sejarah Kebudayaan Islam
S1
GTT
53
Ully Nur Aliyya Amatillah, S.Pd
P
Biologi & Biologi (Lintas Minat)
S1
GTT
54
Mega Hasti Anggraeni, S.Pd
P
Fisika
S1
GTT
55
Yuni Nurlatifah, S.Pd
P
Ekonomi ((Lm)
S1
GTT
56
Dadan Suherman, S.Pd
L
Biologi
S1
GTT
57
Siti Rahmah, S.Pd
P
Matematika (Pendalaman Minat)
S1
GTT
58
Rahmi Aiman, S.Pd
L
Matematika
S1
GTT


D. Faktor Faktor Penunjang dan Penghambat MANAJEMEN SDM
Proses manajemen rekrutmen sumber daya manusia yang di lakukan di  madrasah aliyah al falah Nagreg Kabupaten Bandung mulai dari tahap perencanaa, analisis jabatan dan proses rekrutmen serta penempatan yang dilakukan menghadapi berbagai hambatan yaitu sebagai berikut
1.       Kepala madrasah mengalami kesulitan dalam merubah kultur atau budaya sumber daya manusia yang memang telah mengakar sejak dulu
2.      pihak manajemen mengalami kesulitan untuk menyelenggarakan rekrutmen sumber daya manusia yang berkualitas karena masih menggunakan sistem rekrutmen konpensional.
3.      Tidak tersedianya pembiayaan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan stan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Selain dari itu, dalam perkembangan sistem manajemen sumber daya manusia, pihak kepala madrasah dan yayasan pada dasarnya selalu berupaya melakukan perubahan dan perbaikan manajemen sumber daya manusia hal ini merupakan faktor utama yang menunjang implementasi dari manajemen sumber daya manusia.



BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah dan hasil penelitian manajemen sumber daya manusia yang di lakukan di Madrasah Aliyah  Al Falah Nagreg Kabupaten Bandung maka dapat disimpulkan  sebagai berikut.
1.      Manajemen sumber daya manusia merupakan pengelolaan seluruh sumber daya manusia secara komfrehensif mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dalam rangka mencapai tujuan lembaga pendidikan yang telah disepakati secara efektif dan efisien.
2.      Proses perencanaan dan analisis jabatan sumber daya manusia melibatkan kepala madrasah, seluruh staf, dan yayasan dengan tujuan utama agar sumber daya yang ditempatkan memperoleh posisi sesuai dengan kemampuan mereka masing masing, dan proses perencanaan sdm dilakukan berdasarkan kebutihan madrasah dalam mencapai tujuan pendidikan.
3.      Proses rekrutmen dan seleksi serta penempatan sumber daya manusia dilakukan dengan cara konpensional namun tetap mengedepankan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.





DAFTAR FUSTAKA


Endang, Hermawan, dan Nani, Hartini (Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia), 2011, Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Barnawi, dan M. Arifin, 2012, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Abdurahman Fatoni (2006) Organisasi dan manajemen sumber daya manusia PT RINEKA CIPTA Jakart
Edwin B, PIippo (1993) Manajemen personalian. ERLANGGA Jakart
https://yuli87806.wordpress.com/2014/12/28/manajemen-sumber-daya-manusia-pendidikan-2/
Jaja jahari dan dan M. Sobri sutikno (2008) MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Prospect Bandung